Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan

Dedi Mulyadi imbau warga tenang hadapi abu vulkanik Anak Krakatau, sementara PJJ diberlakukan di wilayah Jawa Barat dengan sebaran abu tinggi.

Dedi Mulyadi imbau warga hadapi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dok. Ist)

PEWARTA JABAR — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah Jawa Barat.

Pemprov Jabar memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah yang mengalami intensitas sebaran abu vulkanik tinggi. Kepala sekolah juga diminta menghentikan sementara kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan apabila kondisi abu serta kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.

Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 6 September 2026 melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemprov Jabar untuk melindungi peserta didik dan warga satuan pendidikan, sekaligus mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Fasilitas kesehatan disiagakan

Dedi Mulyadi meminta jajaran Dinas Kesehatan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tenaga dan perlengkapan yang diperlukan selama penanganan dampak erupsi.

"Saya instruksikan Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker/respirator, dan Alat Pelindung Diri (APD) di fasilitas kesehatan," ucap KDM dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Dinas Kesehatan juga diminta melakukan surveilans harian terhadap sejumlah gangguan kesehatan. Pemantauan mencakup gangguan pernapasan, asma/PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera, dan dampak kesehatan lainnya.

Perlindungan lebih ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

Pemprov Jabar juga menyiagakan posko pengungsian dan mengaktifkan berbagai fasilitas kesehatan sebagai bagian dari antisipasi terhadap dampak erupsi.

Kualitas udara dipantau

Pemantauan kondisi udara menjadi bagian lain dari kesiapsiagaan pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup diarahkan berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk memantau kualitas udara di wilayah terdampak.

Pemantauan difokuskan pada konsentrasi PM2,5 dan PM10. Informasi mengenai kondisi udara juga diminta disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

Pemprov Jabar turut melakukan pembersihan abu di fasilitas umum dan ruas jalan dengan metode yang tidak membuat material abu kembali beterbangan.

Selama abu vulkanik masih terdeteksi di wilayah Jawa Barat, upaya menjaga keselamatan lalu lintas juga akan ditingkatkan.

Dedi juga meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait meningkatkan kesiapsiagaan serta menggunakan sumber resmi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Saya memerintahkan seluruh Kepala Perangkat Daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi, serta segera melaporkan peningkatan kasus kesehatan, gangguan pelayanan, keterbatasan logistik, dan kebutuhan dukungan kepada pimpinan/posko penanganan," tutur KDM.

Warga diminta batasi aktivitas luar

Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi sebaran abu vulkanik. Warga disarankan menggunakan masker dan kacamata ketika harus beraktivitas di luar ruangan serta segera membersihkan diri setelah terkena abu.

"Ikuti informasi dan arahan resmi pemerintah serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," ungkap KDM.

Masyarakat di wilayah dengan intensitas abu tinggi diminta membatasi kegiatan di luar rumah dan sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan.

Untuk membersihkan lingkungan, warga dianjurkan menyiram area yang terkena abu terlebih dahulu agar debu tidak kembali beterbangan. Sumber air dan pasokan makanan juga diminta ditutup rapat untuk mencegah paparan abu.

Dedi meminta warga segera menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika setelah terpapar abu mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, gangguan atau iritasi mata, gangguan kulit, maupun gejala berat lainnya.

Langkah PJJ, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, pemantauan kualitas udara, hingga imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi rangkaian upaya Pemprov Jabar menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayahnya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jabar
PEWARTA Jabar
Media online Pewarta.co.id regional Jawa Barat (Pewarta Jabar). Menyajikan informasi berita Jabar terkini up to date.

WARTA JABAR TERBARU

  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan
  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan
  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan
  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan
  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan
  • Dedi Mulyadi Imbau Warga Tenang Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, PJJ Diberlakukan