Garut Peringkat Keenam Wilayah Risiko Bencana Tertinggi di Jawa Barat Menurut BNPB
![]() |
| Kabupaten Garut masuk dalam 10 wilayah di Jawa Barat dengan indeks risiko bencana tinggi berdasarkan data BNPB tahun 2025. (Dok. Ist) |
PEWARTA JABAR — Kabupaten Garut menempati peringkat keenam dalam daftar wilayah dengan risiko bencana tinggi di Jawa Barat berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2025 yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Garut mencatat skor IRBI 133,79 dan masuk dalam 10 kabupaten dengan tingkat risiko bencana tinggi di Jawa Barat. Seluruh daerah yang berada dalam daftar tersebut merupakan wilayah kabupaten.
Data tersebut tercantum dalam pemetaan BNPB melalui portal inaRISK. Penilaian itu menggambarkan tingkat risiko bencana yang dihadapi masing-masing daerah berdasarkan pemetaan ancaman geologi dan iklim.
Garut berada di posisi keenam
Dalam daftar 10 wilayah dengan risiko bencana tinggi di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi berada di peringkat pertama dengan skor IRBI 198,86.
Kabupaten Subang berada di posisi kedua dengan skor 165,51, disusul Kabupaten Tasikmalaya 156,20 dan Kabupaten Karawang 147,42.
Berikutnya terdapat Kabupaten Cianjur dengan skor 136,31, Kabupaten Garut 133,79, Kabupaten Bandung Barat 124,45, Kabupaten Bogor 122,64, Kabupaten Pangandaran 118,18, serta Kabupaten Bandung 112,32.
Posisi Garut menunjukkan bahwa tingkat risiko bencana di daerah tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat.
Dalam sistem IRBI BNPB, semakin rendah skor yang diperoleh suatu daerah, semakin kecil tingkat risiko bencananya.
Kondisi wilayah menjadi perhatian
Tingginya risiko bencana di Garut dalam pemetaan tersebut berkaitan dengan kondisi wilayah yang memiliki area daratan luas serta karakter topografi pegunungan.
Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang disebut dalam naskah sumber sebagai pemicu tingginya kerawanan terhadap bencana alam.
Pemetaan risiko menjadi penting karena dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap potensi bencana.
Bagi masyarakat Garut, posisi tersebut perlu diikuti dengan penguatan mitigasi secara berkelanjutan. Kesadaran terhadap potensi ancaman dan kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting untuk mengurangi kemungkinan dampak ketika bencana terjadi.
Upaya mitigasi juga perlu dilakukan secara konsisten dengan mempertimbangkan karakter wilayah dan ancaman yang berpotensi muncul.
Dengan skor IRBI 133,79, Kabupaten Garut tercatat sebagai salah satu dari 10 wilayah dengan risiko bencana tinggi di Jawa Barat dalam data BNPB tahun 2025. Peringkat tersebut menjadi gambaran penting bagi peningkatan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana di daerah.
