Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara

Kebakaran TPA Galuga Bogor terdampak hingga 42 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan melalui jalur darat serta udara.

pemadaman kebakaran TPA Galuga Bogor oleh tim gabungan
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di kawasan TPA Galuga, Kabupaten Bogor. (Dok. Ist)

PEWARTA JABAR — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berdampak pada lahan sekitar 42 hektare.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pengendalian titik api melalui jalur darat maupun udara. Hingga Selasa (8/9/2026) malam, petugas juga melakukan pendinginan dan penyiraman secara berkala untuk mencegah api kembali meluas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan api pertama kali muncul dari lahan milik warga pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Api kemudian merambat ke kawasan pembuangan sampah TPA Galuga. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor, luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 42 hektare.

"Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor, luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare. Data tersebut masih dalam proses pendataan lebih lanjut dan dipastikan tidak ada korban jiwa," ujar Berton.

Pemadaman melibatkan banyak unsur

Penanganan kebakaran melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, PDAM, TNI-Polri, PMI, serta para relawan.

Bupati Bogor dan Wali Kota Bogor turut meninjau langsung proses penanganan di lokasi kebakaran.

Untuk mempercepat pemadaman, petugas mengoperasikan dua set peralatan pemadaman utama dan mesin pemadat genset. Empat unit mobil tangki juga dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan suplai air.

Upaya pengendalian api dilakukan dari dua jalur. Selain pengerahan personel dan peralatan di darat, pemadaman dari udara dilakukan melalui water bombing dengan dukungan helikopter TNI AU dari Lanud Atang Sendjaja.

Pendinginan dilakukan secara berkala

Penanganan kebakaran belum berhenti setelah pemadaman awal dilakukan. Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 23.58 WIB, tim gabungan masih melakukan pendinginan dengan penyiraman air secara berkala.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengendalikan titik api yang masih ada sekaligus mencegah kebakaran kembali menyebar di kawasan TPA Galuga.

Kebakaran terjadi ketika Jawa Barat dan Kabupaten Bogor berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Status tersebut berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.

Kondisi musim kemarau membuat BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka karena aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran dan memperluas wilayah terdampak.

BNPB juga meminta warga yang menemukan potensi titik api segera melaporkannya kepada petugas atau instansi terkait di wilayah masing-masing. Pelaporan lebih awal diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jabar
PEWARTA Jabar
Media online Pewarta.co.id regional Jawa Barat (Pewarta Jabar). Menyajikan informasi berita Jabar terkini up to date.

WARTA JABAR TERBARU

  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
  • Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara