KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV dan 531 Personel Disiagakan
![]() |
| KCIC dan Polda Jawa Barat memperkuat koordinasi pengamanan serta keselamatan operasional Whoosh. (Dok. Ist) |
PEWARTA JABAR — Pengamanan dan keselamatan operasional kereta cepat Whoosh diperkuat melalui koordinasi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama Polda Jawa Barat. Saat ini, KCIC menyiagakan 531 personel pengamanan dan didukung 1.773 CCTV yang terintegrasi di berbagai fasilitas serta jalur operasional.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam pertemuan KCIC dan Polda Jawa Barat di Mapolda Jawa Barat, Senin (21/9/2026). Rombongan KCIC dipimpin Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dan diterima Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto beserta jajaran.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan kerja sama dengan Kepolisian RI telah berlangsung sejak pembangunan hingga Whoosh memasuki tahap operasional. Bentuk kolaborasi meliputi pengamanan, patroli, pengamanan kegiatan strategis, serta sosialisasi kepada masyarakat.
"Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pengamanan dan patroli, pengamanan kegiatan strategis, serta sosialisasi kepada masyarakat. Sinergi dengan Kepolisian menjadi penguatan agar pencegahan dan penanganan berbagai potensi gangguan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi," ujar Eva.
531 personel dan 1.773 CCTV disiapkan
Ratusan personel KCIC ditempatkan di sejumlah titik penting, mulai dari stasiun, depo, sepanjang jalur, hingga area operasional lainnya. Sistem pengawasan juga diperkuat 1.773 CCTV yang terintegrasi dengan fasilitas, jalur, rangkaian Whoosh, dan sensor pemantauan keselamatan.
Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023, Whoosh tercatat belum mengalami kecelakaan atau accident. Sementara tingkat ketepatan waktu keberangkatan sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 99,42 persen.
Meski catatan operasional tersebut terus dijaga, KCIC masih menghadapi berbagai potensi gangguan di jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer.
Layang-layang hingga biawak jadi gangguan
Gangguan yang dihadapi di sepanjang trase antara lain layang-layang, satwa liar seperti biawak, vandalisme, pencurian komponen prasarana, potensi kebakaran, hingga aktivitas pembangunan di sekitar jalur.
Dalam periode Januari-Agustus 2026, KCIC mencatat 222 kejadian gangguan yang disebabkan layang-layang. Pada periode yang sama, terdapat 15 kejadian yang berkaitan dengan biawak.
Sejumlah kasus vandalisme dan pencurian aset juga telah ditangani bersama kepolisian. Kondisi tersebut mendorong KCIC untuk terus memperkuat patroli dan pengawasan di sekitar jalur Whoosh.
Edukasi masyarakat terus diperkuat
Eva mengatakan langkah pengamanan tidak berhenti pada penempatan personel dan pemantauan melalui kamera. KCIC juga akan melanjutkan pemetaan potensi gangguan serta edukasi kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur.
"Keselamatan perjalanan dan keamanan seluruh fasilitas Whoosh merupakan prioritas. Kami mengapresiasi koordinasi dan dukungan yang selama ini diberikan Kepolisian, khususnya Polda Jawa Barat beserta seluruh jajaran kewilayahan. Sinergi ini akan terus kami perkuat untuk menjaga Whoosh tetap aman, andal, dan dapat melayani masyarakat dengan baik," tutup Eva.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, KCIC bersama Polda Jawa Barat berupaya menjaga keamanan perjalanan sekaligus memastikan fasilitas dan jalur kereta cepat tetap terlindungi dari berbagai potensi gangguan.
