Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029

Nama Purbaya muncul dalam dua survei nasional 2026 dan mulai dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029, meski belum ada deklarasi pencalonan.

Purbaya Yudhi Sadewa dalam pembicaraan politik menuju 2029
Purbaya Yudhi Sadewa mulai menjadi perhatian dalam pembicaraan politik menuju 2029 setelah namanya muncul dalam dua survei nasional. (Dok. Ist)

PEWARTA JABAR — Nama Purbaya Yudhi Sadewa mulai ikut dibicarakan dalam pemetaan politik menuju 2029 setelah tercatat dalam dua survei nasional yang digelar pada Juli hingga awal Agustus 2026.

Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026, Purbaya memperoleh 1,1 persen dalam simulasi semi terbuka dengan 20 nama. Sementara survei Media Survei Nasional (Median) pada 21 Juli-2 Agustus 2026 mencatat namanya sebesar 1,3 persen dalam pertanyaan terbuka.

Meski demikian, kedua survei tersebut merupakan pengukuran dalam konteks politik nasional, bukan survei khusus Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Karena itu, angka yang diperoleh Purbaya tidak dapat langsung dianggap sebagai gambaran elektabilitasnya di Jawa Barat.

Nama Purbaya dikaitkan dengan Jawa Barat

Pembicaraan mengenai Purbaya tidak lepas dari latar belakangnya yang memiliki hubungan dengan Jawa Barat. Ia lahir di Bogor pada 7 Juli 1964 dan pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan studi ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.

Purbaya juga memiliki pengalaman di bidang ekonomi dan pemerintahan sebelum tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2026. Sebelumnya, ia pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan pada 2020-2025.

Keterkaitan geografis dan pengalaman di tingkat nasional tersebut menjadi salah satu alasan namanya mulai dibahas dalam konteks politik Jawa Barat, meskipun belum ada informasi bahwa Purbaya telah menyatakan pencalonan untuk Pilgub Jabar 2029.

Popularitas dan kerja nyata jadi perhatian

Pengamat politik Universitas Parahyangan Pius Sugeng Prasetyo menilai figur yang hendak masuk ke persaingan politik Jawa Barat membutuhkan tingkat pengenalan publik yang kuat.

Menurut Pius, pengalaman seorang tokoh perlu diikuti dengan aktivitas yang dapat dilihat dan dikenal masyarakat. Ia juga menilai pemetaan partai politik terhadap tokoh-tokoh dari tingkat nasional dapat menjadi bagian dari dinamika menuju kontestasi di Jawa Barat.

Dengan demikian, kemunculan Purbaya dalam survei nasional belum dengan sendirinya menggambarkan posisi politiknya di Jawa Barat. Nama tersebut masih berada dalam tahap pembicaraan dan pemetaan, sementara tingkat pengenalan publik di daerah menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan.

Dukungan partai menjadi faktor lain

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurniansyah menyebut pengalaman Purbaya di tingkat nasional dapat menjadi salah satu modal apabila namanya kemudian masuk ke dalam kontestasi politik.

Namun, menurut Dedi, dukungan partai politik juga menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan. Pandangan tersebut menempatkan keputusan partai dan perkembangan politik lokal sebagai bagian dari proses yang masih berjalan.

Sampai 19 September 2026, belum ada pernyataan dari Purbaya mengenai pencalonan sebagai gubernur Jawa Barat. Pembicaraan mengenai namanya masih bersumber dari kemunculannya dalam survei politik nasional dan analisis sejumlah pengamat terhadap arah politik menuju 2029.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jabar
PEWARTA Jabar
Media online Pewarta.co.id regional Jawa Barat (Pewarta Jabar). Menyajikan informasi berita Jabar terkini up to date.

WARTA JABAR TERBARU

  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029
  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029
  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029
  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029
  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029
  • Nama Purbaya Mulai Dikaitkan dengan Pilgub Jabar 2029